Multimedia Sebagai Media Pembelajaran
(Hal yang direvisi : menembahkan pembahasan tentang ScratchJr pada pendahuluan)
Multimedia Sebagai Media Pembelajaran
M. Ridwan Kurnia Putra
STAI Al-Falah Cicalengka
ridwankurnia812@gmail.com
Abstract
Multimedia is a technological advancement that changes all patterns of human life, because of its great influence multimedia is related almost to all aspects of human life today, including those related to the field of student learning, because in the next generation the nation must be literate in technology In order not to be out of date, and the resources of the teaching staff must understand this multimedia, because with multimedia material can be conveyed almost perfectly, because students can see and feel with all of their sense of taste, in this journal it is mentioned several influences or links multimedia with a variety of learning or existing subjects.
Keywords: Multimedia and Learnin
Abstrak
Multimedia merupakan sebuah kemajuan teknologi yang merubah semua pola hidup manusia, karena pengaruhnya yang besar ini multimedia berkaitan hamper dengan seluruh aspek kehidupan manusia pada zaman sekarang ini, diantaranya berkaitan dengan bidang pembelajaran siswa atau mahasiswa, karena hal tersebut pada generasi penerus bangsa haruslah melek akan teknologi agar tidak ketingalan zaman, dan sumberdaya para tenaga pengajar haruslah mengerti akan multimedia ini, karena dengan multimedia materi bisa tersampaikan dengan hamper sempurna, karena para pelajar bisa melihat dan merasakan dengan seluruh indra perasa yang ia miliki, di dalam jurnal ini disebutkan beberapa pengaruh atau kaitan multimedia dengan berbagai pembelajaran atau mata pelajaran yang ada.
Kata Kunci : Multimedia dan Pembelajaran
⦁ Pendahuluan.
Multimedia merupakan sebuah kemajuan teknologi yang sangat memiliki fungsi, baik itu di dalam bidang apapun, dan salah satunya adalah dibidang pembelajaran, pada zaman sekarang ini penggunaan media pembelajaran itu sangat diperlukan karena kehidupan sekarang dan kedepannya kita tidak bisa terlepas dari yang mananya multimedia, karena itu penting untuk kita mengetahui akan peran atau kegunaan multi media sebagai media pembelajaran agar kita melek akan teknologi dan bisa mengikuti perkembangan zaman.
Tujuan dibuat jurnal ini adalah, pertama, untuk mengetahui bagaimana fungsi multimedia dalam media pembelajaran diberbagai bidang ilmu pengetahuan, dan kedua, untuk membuat pembaca mengetahui tentang manfaat yang terdapat pada multimedia terlebih sebagai media pembelajaran.
Multimedia juga bias menjadi suatu media pembelajaran yang menarik, contohnya seperti video ScratchJr yang pernah saya buat, dengan mengemas materi pembelajran dengan menggunakan aplikasi itu, jadi terlihat lebih menarik, dan disamping kelebihan juga ada kekurangannya, yaitu kekurangan yang saya rasakan pada aplikasi ini yaitau adalah jumlah slide yang terbatas dan pilihan menu yang terbatas juga sehingga terbatas untuk lebih berkreasi lagi, akan tetapi untuk tahapan pemula aplikasi ini sudah cukup untuk kita belajar membuat sebuah animasi, karena pengaplikasiannya yang mudah tidak berbelit atu ribert sehingga untuk seorang pemula hal ini cukup untuk sebagai tahap perkenalan terhadap dunia animasi.
Contohnya, seperti :
Kalian juga bisa menambahkan Voicenote didalammnya dengan cara :
1. Pilih menu yang dilingkari merah.
2. Lalu Ketika muncul tampilan seperti ini rekam suara kalian, lalu setelah itu voicenote sudah bisa kalian gunakan.
Selain voicenote kalian juga bisa menambahkan percakapan dengan cara :
1. Pilih menu yang dilingkari merah
2. Lalu tuliskan percakapan atau teks kalian pada kata “Hi” di bawah icon percakapan.
Klik disini untuk melihat contoh vidionya,
⦁ Pembahasan.
1. Pengembangan multimedia pembelajaran interaktif kompetensi dasar pemasangan sistem penerangan dan wiring kelistrikan di SMK.
Hasil dari analisis lapangan antara lain: (1) pembelajaran sistem penerangan dianggap sebagai salah satu pelajaran yang rumit untuk dipahami oleh peserta didik; (2) kurangnya semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran pada materi sistem penerangan karena penyampaian materinya hanya disampaikan oleh guru dengan menggunakan media buku dan papan tulis; (3) pendidik hanya mengandalkan variasi metode mengajar yaitu ceramah, deminstrasi dan diskusi; (4) pendidik mengalami kesulitan dalam hal penyampaian materi sistem penerangan; (5) laboratorium komputer yang terdapat di sekolah belum difungsikan secara optimal; (6) guru kesulitan dalam Tabel 1. Kategori kecenderungan data Interval Kategori ( + 1,80 Sbi) < X Sangat Baik ( + 0,60 Sbi ) < X ≤ ( + 1,80 Sbi) Baik ( – 0,60 Sbi ) < X ≤ ( + 0,60 Sbi) Cukup ( – 1,80 Sbi) < X ≤ ( – 0,60 Sbi) Kurang X ≤ ( – 1,80 Sbi) Sangat Kurang Keterangan: i = ½ ( maksimal + skor minimal) SBi =1/6 (skor maksimal – skor minimal) X = Skor aktual 228 – Jurnal Pendidikan Vokasi Jurnal Pendidikan Vokasi, Vol 5, Nomor 2, Juni 2015 mendapatkan media yang sesuai dengan materi karena media yang ada merupakan media yang lama dan guru mempunyai keinginan untuk mengembangkan media interaktif tetapi mempunyai keterbatasan dalam kemampuan;.
2. Pengaruh media pembelajran berbasis multimedia terhadap motivasi dan hasil belajar materi sestem pencernaan manusia.
Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Materi Sistem Pencernaan Manusia Berdasarkan analisis angket motivasi yang dilakukan pada bab sebelumnya, dapat diketahui bahwa rata-rata siswa kelas eksperimen sebelum melakukan pembelajaran sebesar 111.24 dari nilai rata-rata, sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 111.13 dari nilai rata-rata. Setelah diberlakukan pembelajaran, rata-rata siswa kelas eksperimen adalah 128.76 dari nilai rata-rata, sedangkan rata-rata untuk kelas kontrol sebesar 120.26 dari nilai rata-rata.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki rata-rata motivasi yang lebih tinggi dari kelas kontrol pada akhir pembelajaran, yaitu 128.76 > 120.26 dari nilai rata-rata. Peningkatan yang terjadi antara sebelum pembelajaran dan setelah pembelajaran pada kelas ekperimen adalah 17.52 dari selisih nilai rata-rata angket motivasi, sedangkan untuk kelas kontrol adalah 9.13 dari selisih nilai rata-rata angket sebelum dan setelah pembelajaran. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kelas ekperimen mengalami peningkatan yang lebih besar dibanding kelas kontrol.
Hasil perhitungan Independent Sample Test menunjukkan signifikansi sebesar 0.015 < 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada penggunaan media pembelajaran berbasis multimedia dengan pembelajaran konvensional terhadap peningkatan motivasi belajar siswa pada materi sistem pencernaan manusia. Hasil perhitungan hasil observasi sebelum pembelajaran pada kelas ekperimen dan kontrol menunjukkan angka sebesar 21 dari jumlah perhitungan item pada lembar observasi.
Pada perhitungan hasil observasi setelah pembelajaran pada kelas ekperimen sebesar 30 dari jumlah perhitungan item pada lembar observasi, sedangkan kelas kontrol sebesar 27 dari jumlah perhitungan item pada lembar observasi. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa kelas ekperimen mengalami peningkatan motivasi yang lebih besar dibanding kelas kontrol. Ketiga perhitungan di atas menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada penggunaan media pembelajaran berbasis multimedia terhadap peningkatan motivasi belajar siswa pada materi sistem pencernaan manusia.
3. Multimedia interaktif sebagai media visualisasi dasar-dasar animasi.
Multimedia interaktif berbasis animasi bisa memperjelas penyajian materi, memperlancar proses pembelajaran, mengarahkan perhatian, menimbulkan motivasi, memungkinkan pembelajaran secara mandiri, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Agustina (2016). Penelitian Sukiyasa (2013) juga menjelaskan tentang media interaktif berbasis animasi mempunyai pengaruh signifikan terhadap hasil belajar peserta didik. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa menggunaan multimedia interaktif berbasis animasi dapat memberikan hasil belajar lebih tinggi daripada menggunakan multimedia presentasi.
4. Pengembangan media pembelajaran berbasis multimedia augmented reality pada pokok pembahasan alat optik.
Pengembangan multimedia Augmented Reality diawali dengan membuat animasi 3D dari alat-alat optik, yaitu mata, kamera, mikroskop, teleskop, dan lup. Selanjutnya yaitu membuat audio mengenai penjelasan fungsi dari bagian-bagian alat optik. Kemudian menyiapkan video mengenai pembentukan bayangan pada masing-masing alat optik. Setelah semua komponen yang dibutuhkan pada multimedia terkumpul, langkah selanjutnya adalah proses penggabungan komponen dan menjadikannya mulimedia berbasis Augmented Reality dengan menggunakan software Unity3D. Tahap berikutnya yaitu melakukan uji validasi oleh ahli materi. Hasil validasi multimedia Augmented Reality oleh ahli materi Fisika menunjukkan persentase capaian sebesar 90,54% dengan interpretasi sangat baik pada semua indikator, yaitu kesesuaian isi dan kesesuaian konsep
5. Pengembangan media pembelajaran multimedia dalam konsep sistem indera pada siswa xi SMA.
Analisis data hasil belajar Menurut Yamasari (2010), ketuntasan pembelajaran dengan menggunakan media adalah 80% siswa yang mengikuti pembelajaran mampu mencapai tingkat penguasaan materi minimal sedang atau minimal 80% siswa yang mengikuti pembelajaran mencapai skor 75 (skor maksimal adalah 100).
6. Pembelajaran multimedia.
Multimedia pembelajaran memberi manfaat dalam beberapa situasi belajar mengajar. Philips6 menyatakan bahwa “IMM has the potential to accommodate people with different learning style”. Bahwa multimedia interaktif dapat mengakomodasi cara belajar yang berbedabeda. Lebih lanjut Philips, menyatakan bahwa multimedia interaktif memiliki potensi untuk menciptakan suatu lingkungan multisensori yang mendukung cara belajar tertentu. Berdasarkan hal tersebut, multimedia dalam proses belajar mengajar dapat digunakan dalam tiga fungsi, yaitu sebagai berikut. 1. Multimedia dapat berfungsi sebagai alat bantu instruksional. 2. Multimedia dapat berfungsi sebagai tutorial interaktif, misalnya dalam simulasi. 3. Multimedia dapat berfungsi sebagai sumber petunjuk belajar, misalnya, multimedia digunakan untuk menyimpan serangkaian slide mikroskop atau radiograf
7. Pengembangan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif pada mata pelajaran ekonomi.
Pendefinisian (Define) diawali dengan analisis ujung depan, dimana berdasarkan hasil studi pendahuluanyang dilakukan Media pembelajaran powerpoint yang digunakan oleh guru Akuntansi masih memiliki kelemahan.Analisisis siswa, siswa yang menjadi subjek penelitian ini memiliki tingkat kemampuan kognitif pada tingkat aplikasi.Analisis tugas adalah alat yang digunakan oleh guru dalam mengidentifikasi hakekat prosedur untuk menentukan isi pembelajaran yang akan diajarkan kepada siswa. Pada pengembangan media pembelajaran ini guru sudah menggunakan kurikulum 2013 yang terdiri dari kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indikator.Analisis konsep pada penilitian ini yaitu peta konsep dari materi ayat jurnal penyesuaian perusahaan jasa. Setelah analisis konsep maka merumuskan tujuan pembelajaran, hasil dari perumusan tujuan pembelajaran melalui analisis standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator untuk materi ayat jurnal penyesuaian perusahaan jasa.
8. Penerapan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif terhadap Mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang.
Pembelajaran berbasis multimedia interaktif pada materi sejarah peradaban romawi kuno layak untuk digunakan. Menurut Hamalik, media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan pembelajaran dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap mahasiswa. Selain itu, media pembelajaran juga dapat membantu mahasiswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya
9. Pengembangan multimedia berbasis komputer.
Dalam pembelajaran, peranan multimedia berbasis komputer menjadi semakin penting di masa kini, karena sistem multimedia yang terdiri dari komponen media-media (teks, gambar, grafis, animasi, audio dan video) tersebut dirancang untuk saling melengkapi sehingga menjadi suatu sistem yang berdaya guna dan tepat guna, di mana suatu kesatuan menjadi lebih baik daripada jumlah bagian-bagiannya (the whole is greater than the sum of its parts). Penggunaan multimedia berbasis komputer² dapat diterima dalam pembelajaran atas dasar mempertinggi proses belajar mandiri serta peran aktif dari siswa (CBSA). Sistem multimedia berbasis komputer juga memberikan rangsangan bagi proses pembelajaran yang berlangsung di luar ruang kelas.
10. Media pembelajaran berbasis Multimedia Interaktif untuk meningkatkan pemahaman konsep Mahasiswa.
Model Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif Pada dasarnya, pembelajaran diselenggarakan dengan harapan agar mahasiswa mampu menangkap/menerima, memproses, menyimpan, serta mengelu-arkan informasi yang telah diolahnya. Media yang dapat mengakomodir persyaratanpersyaratan tersebut adalah komputer. Komputer mampu menyajikan informasi yang dapat berbentuk video, audio, teks, grafik, dan animasi (simulasi). Sebagai contoh, pada pembelajaran matematika, beberapa topik yang sulit disampaikan secara konvensional atau sangat membutuhkan akurasi yang tinggi, dapat dilaksanakan dengan bantuan teknologi komputer/ multimedia, seperti grafik dan diagram dapat disajikan dengan mudah dan cepat.
⦁ Simpulan.
Multimedia adalah sebuah kemajuan teknologi yang memiliki banyak kegunaan, terlebih dalam hal pembelajaran multimedia dapat penjadi media pembelajaran yang fleksibel dan menarik, contohnya seperti mengemas pembahasan materi berupa animasi, seperti pada tugas sebelumnya dengan menggunakan aplikasi ScratchJr dengan menggunakan aplikasi ini anak-anak akan lebih tertarik dengan belajar dan mudah diingat karena rasa kagum atau unik yang ia dapatkan begitu melihat animasi ini.





Komentar
Posting Komentar